Bo Mi Khai Wu : Story 1

INDONESIA-CHINA-LUNARStory :

Suatu saat teman saya seorang wanita pernah bertanya, Kenapa pada pada waktu dia sedang haid, orang tuanya melarang dia untuk sembahyang sewaktu mereka sedang berkunjung ke sebuah kelenteng? Bagi teman saya itu, pelarangan itu tidak beralasan. Apakah sehina itukah dia di mata Dewa, padahal dia sedang menjalani kodratnya sebagai wanita?

Logic :

Di jaman modern sekarang ini sebenarnya sudah tidak perlu mengikuti aturan jaman kuno dulu. Jika jama dulu muncul larangan demikian karena jika sudah waktunya datang bulan, maka wanita akan begitu repot untuk mengatasinya. Bisa-bisa warna merah mengotori pakaian dan lantai dan itu  tidak bisa dicegah karena datangnya sewaktu-waktu.

Nah, oleh karena itu muncul cerita-cerita yang tujuannya adalah mencegah wanita yang sedang haid untuk datang ke kelenteng atau tempat sembahyang. Di jaman modern ini, haid tidaklah begitu merepotkan. Sudah ada pembalut yang bisa mengatasi hal ini.

Haid adalah proses alamiah wanita dan Dewa pun pasti mengetahuinya. Dewa tentu tidak ada masalah apapun dengan haid. Jadi tidak ada masalah kalau wanita sedang haid untuk pergi ke kelenteng ataupun ke tempat sembahyang ataupun membersihkan altar Dewa. Dewa sudah mencapai kesempurnaan maka tidak terikat ataupun terpengaruh hal-hal duniawi semacam itu. Yang terpenting adalah ketulusan hati kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: