Salah satu sikap hidup yang dijunjung tinggi dalam Agama Tao dalam kehidupan sehari-hari adalah menyayangi dan menghormati orang tua (Siao Sun).
Sikap hidup ini sangatlah penting, karena kita perlu sadar bahwa yang melahirkan dan merawat kita adalah kedua orang tua kita sehingga wajib lah kita membalasnya dengan menyayangi dan menghormati orang tua kita. Bila hal itu kita lakukan pun rasanya tidak akan membalas habis apa yang telah orang tua kita berikan kepada kita. Read the rest of this entry »
Posted by Editor
Hidup adalah pilihan, kalimat tersebut sempat popular beberapa waktu lalu lewat sebuah iklan politik. Memang benar, dalam hidup yang kita jalani kitalah yang membuat atau menentukan pilihan-pilihan yang akan kita lalui/jalani.
Semua orang pastinya mengharapkan mendapatkan hoki/fuk atau rejeki yang melimpah. Siapa sih di dunia ini yang akan menolak kalau mendapatkan hoki? Namun darimana datangnya hoki? Masing-masing manusia dilahirkan didunia ini membawa hoki masing-masing. Tapi kalaupun kita ditakdirkan mempunyai hoki yang besar namun kita tidak berusaha/bekerja, diam diri saja dirumah apakah hoki akan jatuh begitu saja dari langit? Rasanya juga mustahil.
Pertama kali mengenal Tao, saya menemukan suatu kehangatan, keakraban dan kekompakan yang ada dalam agama Tao. Semua seperti saudara saling membantu baik itu masalah dalam siutao maupun masalah-masalah pribadi dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu saya yakini karena kita adalah satu kesatuan, satu perguruan yaitu Perguruan Tao Thay Shang Men Xiao Yao Phai. Itulah yang membedakan kita, karena dalam satu perguruan kita itu telah menjadi satu keluarga besar, satu saudara perguruan.
Sebelum mendapatkan Huang Ie, sebagian besar dari kita sangat ingin sekali mencapainya. Kadang ada yang mendapatkannya dengan perjuangan yang tidak begitu berliku, namun tak jarang pula harus melalui suatu perjuangan yang sangat panjang dan penuh keuletan.
Harimau mati meninggalkan belang, Manusia mati meninggalkan nama. Itulah sebuah ungkapan peribahasa yang kira-kira berarti setelah meninggal, nama lah yang dikenang dari manusia. Lebih dalam lagi, perbuatan manusia selama hiduplah yang dikenang oleh orang setelah meninggal.
Bagi orang yang sudah Siu Tao, kadang kala timbul pertanyaan, “Kalau di kehidupan ini saya tidak mendapatkan Tao (Tek Tao), apakah di kehidupan yang akan datang saya akan bertemu lagi dengan Tao?
Saya punya seorang teman baik, dia sering melakukan perbuatan amal seperti memberi pakaian bekas pada anak yatim piatu, mengunjungi panti jompo, atau memberikan bantuan makanan dan uang kepada korban-korban bencana alam. Namun biasanya, dia beramal ini dan itu didasari pemikiran dan doa agar dia menjadi lebih kaya, karirnya tambah maju, ataupun dagangannya laris. Apakah itu masih tergolong berbuat amal/kungtek?