November 11, 2009
Salah satu sikap hidup yang dijunjung tinggi dalam Agama Tao dalam kehidupan sehari-hari adalah menyayangi dan menghormati orang tua (Siao Sun).
Sikap hidup ini sangatlah penting, karena kita perlu sadar bahwa yang melahirkan dan merawat kita adalah kedua orang tua kita sehingga wajib lah kita membalasnya dengan menyayangi dan menghormati orang tua kita. Bila hal itu kita lakukan pun rasanya tidak akan membalas habis apa yang telah orang tua kita berikan kepada kita. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Renungan | Tagged: Bakti Terhadap Orang Tua, Kasih Ibu, Kasih Sayang Orang Tua |
Permalink
Posted by Editor
September 2, 2009
Pertama kali mengenal Tao, saya menemukan suatu kehangatan, keakraban dan kekompakan yang ada dalam agama Tao. Semua seperti saudara saling membantu baik itu masalah dalam siutao maupun masalah-masalah pribadi dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu saya yakini karena kita adalah satu kesatuan, satu perguruan yaitu Perguruan Tao Thay Shang Men Xiao Yao Phai. Itulah yang membedakan kita, karena dalam satu perguruan kita itu telah menjadi satu keluarga besar, satu saudara perguruan.
Layaknya saudara dan keluarga, kita saling hormat-menghormati, saling toleransi, saling peduli, saling membantu dan saling mengasihi.
Terlintas dalam pikiran saya bahwa sebenarnya bagi kita yang siutao dalam satu perguruan Tao Thay Shang Men Xiao Yao Phai, sudah seharusnya saling mengisi satu sama lain agar masing-masing mencapai Tao nya, betapa indahnya. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Renungan | Tagged: Keakraban, Persaudaraan, Pertikaian |
Permalink
Posted by Editor
August 6, 2009
Harimau mati meninggalkan belang, Manusia mati meninggalkan nama. Itulah sebuah ungkapan peribahasa yang kira-kira berarti setelah meninggal, nama lah yang dikenang dari manusia. Lebih dalam lagi, perbuatan manusia selama hiduplah yang dikenang oleh orang setelah meninggal.
Mbah Surip, sebuah nama yang baru saja mulai terkenal belum lama ini, menjadi tambah populer setelah ia meninggal dunia secara mendadak. Sebelum berita kematiannya, saya baru mendengar mengenai Mbah Surip sekitar seminggu lalu. Saya masih heran lirik lagunya yang sangat simple dengan beberapa kata saja yang diulang-ulang bisa membuatnya mulai terkenal dan mendapatkan banyak jadwal manggung. Namun tak disangka, hanya beberapa hari baru mulai tersenyum ketika mendengar lagunya, berita kematian Mbah Surip lah yang lebih terdengar. Sebuah sinar bintang yang cepat sekali meredup ditelan kematian. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Cermin Peristiwa | Tagged: Fenomena, Kematian Mbah Surip, Mbah Surip, Sinar Bintang |
Permalink
Posted by Editor
August 5, 2009

Dalam Film Braveheart, pasukan William dari Skotlandia yang jumlahnya sangat kecil bahkan awal mulanya dianggap remeh oleh Raja Inggris, dengan semangat yang membaja, keberanian yang kuat serta kemampuan yang tinggi, mampu mengalahkan pasukan Inggris yang banyak dan lengkap persenjataannya. Satu persatu kota-kota di Inggris dapat dikalahkan dan di rebut oleh pasukan kecil tersebut.
Begitu pula cerita dalam Film yang berjudul ‘Troy’, pasukan yang dipimpin oleh Achilles yang sangat setia padanya dengan jumlah yang kecil namun solid dan berdaya juang tinggi dapat menjadi motor penggerak penyerangan pasukan Yunani untuk memporak-porandakan Kerajaan Troy yang sangat kuat. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Renungan | Tagged: Kecil Solid, Pasukan Berani |
Permalink
Posted by Editor
July 29, 2009
Bagi orang yang sudah Siu Tao, kadang kala timbul pertanyaan, “Kalau di kehidupan ini saya tidak mendapatkan Tao (Tek Tao), apakah di kehidupan yang akan datang saya akan bertemu lagi dengan Tao?
Mungkin kita tidak bisa memastikan bahwa kita-kita yang Siu Tao di kehidupan sekarang akan bertemu kembali dengan Tao di kehidupan yang akan datang untuk melanjutkan Siu Tao kita. Rasanya tidak segampang itu berharap bertemu lagi dengan Tao di kehidupan mendatang.
Lantas, bagaimana dengan orang-orang yang sudah bertemu dengan Tao di kehidupan sekarang namun tidak tertarik atau belum tertarik mengenal, mempelajari dan menjalankan Tao? Bukankah sangat disayangkan sekali? Memang kata orang,”Mungkin belum jodoh’. Tapi bukankah jodoh atau tidaknya tergantung pula dari kemauan kita sebagai manusia yang menjalankannya? Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Renungan | Tagged: Masa Akan Datang, Masa Kini, tek tao |
Permalink
Posted by Editor
July 23, 2009
Saya punya seorang teman baik, dia sering melakukan perbuatan amal seperti memberi pakaian bekas pada anak yatim piatu, mengunjungi panti jompo, atau memberikan bantuan makanan dan uang kepada korban-korban bencana alam. Namun biasanya, dia beramal ini dan itu didasari pemikiran dan doa agar dia menjadi lebih kaya, karirnya tambah maju, ataupun dagangannya laris. Apakah itu masih tergolong berbuat amal/kungtek?
Berbuat amal/kungkek dianjurkan oleh semua agama yang ada di muka bumi ini. Perbuatan amal/kungtek bisa bermacam-macam caranya. Bagi yang mempunyai uang yang berlebih bisa berbentuk materi ataupun materi yang dibelikan barang seperti makanan atau kebutuhan sehari-hari. Yang mempunyai tenaga bisa menyumbangkan tenaganya untuk membantu melakukan kegiatan sosial. Yang mempunyai pikiran bisa membantu dengan pikiran-pikirannya yang bagus. Bahkan yang hanya bisa berdoa menyumbangkan doanya pun boleh-boleh saja namun dengan hati yang tulus. Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Renungan | Tagged: Amal, Helping people, Kungktek, Tolong-menolong |
Permalink
Posted by Editor